Thursday, 16 October 2008

KEPUSTAKAAN

KEPUSTAKAAN
1. Volpe JJ. Neurology of th Newborn, 2nd ed., Philadelphia: WB Saunders Company, 1987;hal.664-91.
2. Girwood RH. Clinical Pharmacology, 25thed., Londong: Bailliere Tindall, 1984; Hal. 561-5.
3. Avery GS. Drug Treatment, 2nd ed., Sydney, New York: Adis Press, 1980;
hal. 65, 86-7.
4. American Medical Association, AMA Drug Evaluations, 5th ed., Philadelphia: WB Saunders Company, 1983;hal.31-42.
5. Osol. A. Remington's Pharmaceutical Sciences, Pennsylvania:Mack
Publishing Co., 1980;hal. 1278.
6. Tropical Disease Research Foundation, Inc. Guidelines on Anti-
microbial Therapy, 1st ed.,Manila, 1988;hal 88-9.

How to make a website

PENCEGAHAN

PENCEGAHAN
Perlu pertimbangan risiko potensial obat terhadap fetus sehingga dapat dibandingkan dengan manfaat potensialnya pada ibu, sayang kadang-kadang informasi yang dibutuhkan sering tidak lengkap. Keamanan absolut untuk fetus tak dapat dijamin meskipun tanpa pengobatan sama sekali untuk wanita usia 14--45 tahun, lagi pula ini akan menghalangi pengobatan yang dibutuhkan wanita untuk gangguan gangguan yang serius. Kegagalan mengatasi kondisi ibu yang
serius malah mungkin lebih berbahaya bagi fetus daripada obatnya itu sendiri. Umumnya untuk beberapa obat, khususnya obat-obat barn, informasi penggunaannya pada manusia sedikit
sekali atau bahkan tidak ada; sebaiknya obat hanya diberikan bila manfaat yang diharapkan melebihi risikonya terhadap ibu dan fetus meskipun data risiko yang ada tidak cukup. Canary pet bird
Beberapa hal perlu dipertimbangkan selama hamil antara lain :
1) Penggunaan obat hanya yang betul bermanfaat dan pemilihan obat dengan rasio risk/benefit terkecil.
2) Informasi pada ibu tentang implikasi pemaparan obat selama hamil.
3) Pada pemaparan obat yang diharuskan/terpaksa maka diperlukan penjelasan pada ibu tentang prioritas tindakan pencegahan kehamilan.
4) Penentuan pemaparan obat yang menyebabkan kelainan dan pelaporannya.

KESIMPULAN
Selama pertumbuhan embrio dalam rahim kepekaan terhadap bahaya lingkungan paling tinggi dibandingkan dengan Tabel 1. Efek yang tidak diharapkan path fetus ­ neonates akibat pemakaian obat selama hamil. cara membuat bakso
Kelas obat Obat
Efek tidak diharapkan
pada fetus - neonatus
Kerja pada SSP
Kerja pada proses
hormonal
- analgetik-narkotik
- analgetik umum
- barbital
- alkohol
- isotretinoin
- anestetik lokal
- fenotiazir.
- antikonvulsan
- lithium
- thalidomid
- antitiroid
- hipoglikemik oral
- androgen­proges-
tagen tertentu
- estrogen
- progestagen­estro-
gen
- kortikosteroid
depresi, sindrom with-
drawal
adiksi pasif
gangguan koagulasi sing-
kat
depresi, sindrom with-
drawal,
peningkatan
metabolisme obat, asfiksi
kelainan bawaan, depresi, retardasi mental kelainan jantung dan
kranofasial bradikardia, depresi, methemoglobinemia reaksi ekstrapiramidal, sedasi hipotonia, hipotermia, depresi, kelainan bawaan, gangguan koagulasi gondok, kelainan bawaan kelainan bawaan gondok hipoglikemia lanjut virilisasi fetus wanita feminisasi fetus pria, kanker vagina anak kelainan bawaan krisis adrenal pada h ti Anti koagulan how to build a website
Kerja pada sistem
kardiovaskuler
Anti mikroba
Anti neoplasma
Lainnya
- warfarin, kumarin
- penyekat beta
- stimulan beta
- anti hipertensi
- aminoglikosida
- tetrasiklin
- klora.nfenikol
- sulionamid
- nitrofurantoin
- anti malaria
- aminopterin
- penisilamin
- rokok
hemoragi, kelainan bawaan bradikardia, hipoglikemia aritmia bradikardia, gangguan sistem ardiovaskuler ototoksis kelainan gigi Grey syndrome kernikterus, amenia hemolitik anemia hemolitik pada defisiensi G­6­PD ototoksis, gangguan darah dan mata kelainan bawaan
kelainan kolagen hambatan pertumbuhan intrauterin periode lain dalam siklus kehidupan dan dengan demikian dapat menimbulkan kelainan bawaan, gangguan morfologis tetap waktu lahir atau efek lain yang tidak diharapkan yang baru akan tampak pada kehidupan lebih lanjut. cooking recipes
Suatu obat bersifat embriotoksik atau dismorfogenik bila berakumulasi pada embrio yang secara genetik peka. Timbul serta beratnya kelainan bawaan bergantung pada banyak faktor antara lain: sifat obat (poten, lemah atau non-terato- genik), kemampuan obat mencapai embrio/fetus dalam bentuk bebas, perioda gestasi waktu obat digunakan, dosis dan lama pemakaian obat, susunan genetik dan kepekaan fetus yang sebaliknya juga bergantung pada usia, status nutrisi dan kesehatan ibu.
Secara umum semua obat yang masuk ke dalam sirkulasi ibu mungkin menembus plasenta meskipun dalam jumlah yang berlainan, oleh karena itu sebaiknya dalam masa kehamilan
obat hanya digunakan apabila memang terbukti ada manfaat spesifik bagi ibu maupun fetus.
Contoh surat lamaran kerja

Obat yang bekerja pads proses hormonal

Obat yang bekerja pads proses hormonal
2,4,5
Virilisasi fetus perempuan mungkin terjadi akibat pemaparan in utero terhadap androgen dan progestagen tertentu. Kombinasi hormon dalam pil kontrasepsi belum diketahui pasti apakah betul-betul aman, meskipun sampai sekarang dianggap tidak masalah karena dosisnya rendah.
Hubungan antara pemakaian estrogen nonsteroid seperti dietilstilbestrol selama hamil dengan kanker vagina anak yang lahir masih menjadi tanda tanya, tetapi sering terjadi kelainan saluran kelamin balk pada bayi laki-laki maupun perempuan. PELUANG USAHA

Masalah lain adalah gondok pada janin yang biasanya bersifat reversibel yang disebabkan oleh antitiroid; bila hipertiroidisme hams diatasi selama hamil (dapat menyebabkan kelahiran prematur) dianjurkan pemakaian dosis efektif terendah methimasol yang derajat penembusan plasentanya lebih kecil dari pada thiourasil.
Perdarahan dapat diinduksi oleh antikoagulan oral pada masa akhir kehamilan, pemakaian pada awal kehamilan mungkin menyebabkan kelainan bawaan (hiperplasia hidung dan hambatan pertumbuhan). Obat yang bekerja pads sistem kardiovaskuler Pada umumnya kelompok obat ini menyebabkan gangguan pada sistem kardiovaskuler fetus. Penyekat beta adrenergik mungkin menghambat respon jantung fetus terhadap hipoksia pada masa akhir kehamilan, karena itu metildopa biasanya digunakan untuk penatalaksaan hipertensi pada masa ke-
hamilan. Hidralazin dapat digunakan pada krisis hipertensi akut, diasoksid mungkin menyebabkan hipotonia dan hiperglikemia. lagu indonesia

Antimikroba
2,6
Antimikroba yang relatif bebas efek samping terhadap fetus adalah golongan penisilin, sefalosporin dan metronidazol, sedangkan kloramfenikol, tetrasiklin dan sulfonamid sebaiknya
tidak digunakan karena efek sampingnya. Pemakaian sulfonamid hams dihindarkan pada efisiensi G--6--PD dan tepat sebelum kelahiran karena dapat menggantikan bilirubin dari protein plasma, sehingga terjadi kemikterus dan anemia hemolitik. Kerusakan saraf ke-8 pada pemakaian aminoglikosida dapat terjadi pada pemaparan dalam masa akhir kehamilan, hipoplasia dan pewarnaan gigi pada pemakaian tetrasiklin setelah bulan ke-3 kehamilan, Grey syndrome pada pemakaian kloramfenikol dan gangguan darah serta ototoksisitas pada pemakaian antimalaria. Dompet kulit

Antineoplasma Antagonis folat (aminopterin) pernah dicoba untuk obat menggugurkan pada wanita, tetapi bila gagal akan timbul kelainan bawaan pada bayi yang lahir. Antagonis folat demi-
kian atau sitotoksik lainnya harus dihindari selama kehamilan karena bersifat racun terhadap embrio dan fetus yang sedang tumbuh. "

Obat lainnya
Penisilamin yang digunakan untuk penyakit Wilson, keracunan logam berat, sistinurea dan artritis rematoid sekarang diketahui bersifat teratogen berupa kelainan kolagen yang khas. Akan tetapi penisilamin tetap dianjurkan untuk penyakit Wilson pada wanita hamil, karena rasio risk/benefit dengan dosis sedang penisilamin (1k. 1 gr/hari) rendah. Meskipun efek teratogen dari anoreksik masih dipertanyakan, karena manfaatnya sebagai pengontrol bobot badan selama hamil kecil, maka pemakaiannya tidak dianjurkan. Musik indonesia

Demikian pula hubungan kausal anara merokok dan hambatan pertumbuhan fetus telah jelas, maka barns dihindarkan (karena sebetulnya tidak dibutuhkan) dan mungkin lebih berbahaya daripada pemakaian obat yang belum diketahui teratogen atau tidak. (tabel I).

OBAT-OBAT DENGAN EFEK TIDAK DIHARAPKAN

OBAT-OBAT DENGAN EFEK TIDAK DIHARAPKAN

Obat yang bekerja pads SSP
1,4 Berbagai obat neuro aktif terlibat dalam efek teratogenik . Faktor fisiologis dan patologis ibu dengan faktor yang dapat merubah kerja dismorfogen. maupun induksi pasif,Yang paling jelas adalah efek teratogenik dari beberapa antikonvulsan, alkohol dan analog vitamin A; sedangkan adiksi pasif khususnya menonjol pada analgetik narkotik dan sedatif hipnotik tertentu.
Pemakaian antikonvulsan pada ibu dapat menimbulkan efek pada janin berupa konstelasi kerusakan spesifik, gangguan koagulasi dan adiksi pasif; mekanismenya belum jelas, mungkin melibatkan gangguan metabolisme asam folat, produksi metabolit obat yang bersifat teratogen oleh plasenta, gangguan sistem transport elektron dan perubahan biosintesa poliamina. Jaket kulit


Pada ibu peminum alkohol kronis pertumbuhan bayi yang lahir sangat terlambat, kepala kecil, kelainan fasial dan depresi neonatus. Waktu lahir hambatan pertumbuhan lebih besar pada panjang badan dibandingkan dengan pada bobot badan bayi, selanjutnya pertambahan bobot badan lebih terhambat daripada pertumbuhan linier. Pengurangan/penghentian konsumsi alkohol selama hamil memberikan efek preventif yang menguntungkan dan bila dilakukan pada masa dini kehamilan, hambatan pertumbuhan dan kelainan bawaan dapat dicegah. How To Make A Website
Bilapenghentian konsumsi dilakukan pada pertengahan kehamilan, retardasi mental dicegah tetapi kelainan bawaan tidak. Karena derajat penurunan konsumsi alkohol yang dibutuhkan untuk mencegah efek yang tidak diharapkan tidak diketahui dan data klinis menunjukkan hubungan yang bergantung pada dosis, maka dianjurkan penghentian konsumsi alkohol secara mutlak.
Masalah analog vitamin A yang bersifat teratogenik, isotretinoin, timbul karena banyak digunakan oleh wanita usia muda (13--19 th) untuk penatalaksanaan akne berat, dengan gejala kelainan jantung dan kraniofasial. Efek pemaparan prenatal analgetik narkotik (heroin, kodein, methadon) yang paling jelas adalah adiksi pasif dan sindrom withdrawal pada neonatus dengan gejala klinis utama bobot badan lahir rendah (kurang dari 2,5 kg) akibat hambatan pertumbuhan intrauterin. Kemungkinan terjadinya gejala withdrawal bergantung pada dosis ibu, durasi adiksi ibu, tenggang waktu dari dosis terakhir sampai saat kelahiran dan kecepatan eliminasi obat oleh bayi. Pads golongan barbital--kerja--cepat gejala withdrawal terutama ditandai oleh gejala SSP pada awal kehidupan, sedangkan pada barbital kerja--panjang gejala mungkin barn timbul waktu bayil keluar dari rumah sakit dan mungkin berlanjut dalam beberapa minggu bahkan beberapa bulan dalam bentuk hiperaktif, gangguan tidur dan menyusu serta tangis berlebih. cooking recipes

Pemakaian diazepam dalam kehamilan disertai oleh terjadinya hipotermia, hiperbilirubinemia dan depresi SSP dengan gejala mirip dengan analgetik-narkotik. Karena molekulnya kecil dan mudah larut dalam lemak, diazepam dapat menembus plasenta dan berakumulasi dalam jaringan adiposa fetus. Di samping itu kemampuan bayi yang terbatas untuk mobilisasi, metabolisme dan ekskresi diazepam mengakibatkan adanya metabolit obat dalam urine untuk beberapa minggu dan mugkin menyebabkan lamanya gejala tersebut. resep masakan Indonesia

Pada pemakaian anastetik lokal efek samping yang umum adalah bradikardia fetus dan depresi, sedangkan lithium khas menyebabkan kelainan jantung bawaan sebelah kanan dan gondok.

Kepekaan genetik embrio.

Kepekaan genetik embrio.
Ada interaksi tetap antra gen-gen dan bahan-bahan eksogen. Perbedaan reaksi'terhadap bahan yang berbahaya antara individu, strain-strain hewan dan spesies disebabkan oleh kekhususan biokimia yang berhubungan dengan gen-gen. Misalnya kepekaan tinggi embrio terhadap kortikosteroid yang menyebabkan cleft palate mungkin disebabkan oleh perbedaan-perbedaan
metabolik antara mencit dan spesies lain dalam hal kecepatan absorpsi atau degradasi hormon tersebut. caring for canaries
3) Status fisiologis dan patologis ibu.
Faktor biologis ibu yang menentukan antara lain usia, diet, kondisi lokal rahim, keseimbangan hormonal dan kondisi lingkungan. Percobaan menunjukkan bahwa risiko malformasi dan kematian post-natal lebih tinggi pada ibu-ibu muda atau pada usia yang terlalu tua.
Defisiensi atau kelebihan nutrisi dapat mempengaruhi ekspresi gen dan mendukung efek-efek berbahaya obat dengan akibat yang ireversibel. Kelebihan vitamin D bersifat dismorfogen di samping dapat menyebabkan hiperkalsemia. resep masakan

Kebutuhan nutrisi sangat meningkat pada kehamilan, tak hanya zat-zat organik dan beberapa vitamin, tetapi juga terhadap unsur-unsur anorganik tertentu. Pada manusia kekurangan Fe sering terjadi dan defisiensi folat jauh lebih jarang ditemukan. Pada ibu hamil yang kurang Ca rangka dan gigi anak yang lahir mungkin tidak sempurna.
Meskipun peranan tepat vitamin terhadap reproduksi manusia belum jelas tetapi kelihatannya ibu hamil perlu mendapat sejumlah cukup vitamin essensial dalam makanan karena senyawa-senyawa ini terlibat dalam proses metabolisme dasar termasuk sintesa protein. cooking recipe

Pada manusia status fisiologis ibu tidak hanya bergantung pada makanannya, tetapi juga pada status sosial, ekonomi, iklim dan variasi musim. Sebagian besar kelainan pada kelompok sosial ekonomi rendah terjadi biasanya karena malnutrisi, alkoholisme dan penyakit kronis. Faktor patologis seperti penyakit metabolik atau penyakit kronis tertentu dapat meningkatkan efek toksis obat dan frekuensi kerusakan fetus. Disposisi obat antara ibu dan janin dapat dimodifikasi oleh berbagai penyakit seperti diabetes mel-litus, hipertensi dan lain-lain. Tas kulit

Tidak semua reaksi obat tidak diharapkan

Tidak semua reaksi obat tidak diharapkan yang terjadi selama dua triwulan terakhir kehamilan bersifat teratogen. Susunan genetik dan kepekaan individual dalam hal ini kurang penting dibandingkan dengan sifat obat, dosis dan lama pemakaian obat. Misalnya penggunaan jangka panjang dan berlebih obat-obat golongan opiat, barbiturat, benzodiazepin dan hipnotik lainnya selama kehamilan sampai pada saat melahirkan dapat menyebabkan ketergantungan pada
ibu dan dapat menyebabkan sindrom withdrawal pada bayi. How to make a website
Demikian pula pemakaian hampir semua anti depresan dalam dosis tinggi selama proses kelahiran akan mengganggu pernafasan bayi waktu lahir. Kerja dismorfogen pada fetus bergantung pada tiga kondisi utama yaitu :
1) Tahap perkembangan embrio : blastogenesis, embrio genesis dan fetogenesis
3. Sesaat sebelum implantasi, embrio mengalami transformasi cepat dan penting. Pada akhir minggu ke dua embrio berubah menjadi struktur berbentuk daun tri laminar, dalam minggu ke tiga lubang-lubang saraf timbul serta bakal jantung telah tampak. Setelah itu neurophore tertutup dan pada minggu ke empat optic cup mulai dapat dibedakan; pada saat yang sama terjadi diferensiasi saluran penceranan dan lain-lainnya. Musik indonesia

Urut-urutan kejadian embrionik menunjukkan bahwa tiap organ dan sistem mengalami masa krisis diferensiasi pada saat tertentu dalam perkembangan prenatal dan selama masa krisis inilah kepekaan embrio paling besar, sehingga mungkin dapat terjadi kematian fetus. Bila dosis
obat ada di atas ambang minimal teratogen mungkin terbentuk kelainan bawaan. lirik lagu

Periode fetogenesis mulai pada akhir minggu ke-8 kehamilan; yang penting dalam mass ini adalah penutupan lengkapplate, reduksi hernia umbilikus pada akhir minggu ke-9, diferensiasi genital eksterna dan histogenesis sistem saraf pusat yang berlangsung selama periode perkembangan intra uterin dan barn selesai beberapa bulan setelah lahir.
Karena itu selama periode fetal bahan dismorfogenik tidak menyebabkan kelainan morfologis tetapi dapat mengganggu diferensiasi genital eksterna dan berbagai perubahan tingkah laku atau gangguan perkembangan mental dalam kehidupan post natal.
Canary pet bird

Sebelum periode implantasi

Sebelum periode implantasi, blastosis bebas dalam rahim dan memperoleh nutrisi dari sekret rahim; pada tahap ini tidak terbukti adanya zat-zat eksogen yang dapat menyebabkan kelainan bawaan. Setelah implantasi, mulai masa kritis. Pada tahap dini mungkin embrio mati atau ada induksi malformasi mayor, sedangkan malformasi minor terjadi pada tahap lebih lanjut. Oleh karena itu pada tahap embrionik (56 hari pertama) bahaya serius mungkin, timbul, tetapi justru pada akhir masa ini si ibu baru sadar bahwa ia hamil. Setelah 8 minggu, mulai periode fetal di mana diferensiasi organ utama telah terjadi tetapi diferensiasi genital ekstern, perkembangan susunan saraf pusat dan penutupan palate sedang berlangsung. Selama masa ini obat dapat menyebabkan kelainan otak, gangguan penutupan palate atau pseudohema phroditisme. Obat mungkin memberikan efek langsung pada janin (thalidomid) atau mungkin dapat mengubah metabolisme ibu (misalnya obat-obat hipoglikemik). Peluang usaha

Banyak obat atau metabolitnya dapat menembus plasenta, tetapi hati janin masih belum mempunyai banyak enzim seperti pada ibunya. Hal ini mungkin menyebabkan zat-zat tertentu berdifusi kembali dalam bentuk tetap ke dalam sirkulasi ibu. Hams diingat bahwa tidak hanya obat yang dapat mempengaruhi janin, tetapi juga minum alkohol berlebih, infeksi (khususnya virus), gangguan metabolisme dan status nutrisi. Pemakaian vitamin A berlebih selama hamil
dapat menyebabkan kelainan fetus. Belum ada bukti bahwa obat pada pria dapat menyebabkan kelainan fetus, tetapi ada sejumlah bahan seperti senyawa alkilasi dan nitroffirantoin
yang dapat mengganggu fertilitas pria.
Contoh CV